TEDx Jakarta : The Crew

Image

Pembelajaran itu bisa didapat dimana aja, kapan saja.
Terlebih di jaman ini dimana arus informasi beredar dengan luas dan cepat,
Pilihannya tinggal kembali ke kita, apa kita mau membuka mata dan mengambil semua pembelajaran yang ada ? atau cukup puas dengan membaca ‘sampah-sampah’ yang ada ? 😀

Bagi kalian yang bosan dengan sampah-sampah yang terlalu banyak beredar di dunia maya, TEDx Jakarta bisa menjadi salah satu opsi website untuk dikunjungi. FYI, TEDx is independent organized event where some speakers within 3 scopes (Technology, Entertaintment, and Design) share their thought and vision to the audiences. Nah, karena ini merupakan organized event maka tentunya ada orang-orang hebat dibalik layar yang bekerja keras sehingga acara ini bisa terselenggara. Here are some crews of TEDx Jakarta and their extraordinary thought 🙂

nobody is smarter than everybody and therefore everybody should learn from everybody
Karina Sigar | @karinasigar

knowledge should be accessible to everyone
knowledge should not and cannot be pigeon-holed
Arief Aziz | @arief_aziz

Don’t whine, don’t complain, don’t make excuses
Lalitia Apsari | @lalitia

Advertisements

Karena Bu Risma

Note to my future self 🙂

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

View original post 4,589 more words

[Repost] Relationship “Theories”

*Note to my self, thanks for the author 🙂

Hola! long time no see. Long time busy. Everything was going crazy.
So, this time I’d like to share a non-trusted “Theories” of Relationship.

First of all, please put in mind that the word in quote is the “Theories”, so… yeah, it’s something that we can’t really say: Theories, but I myself insist, so I put it in quote. I will not use quote in later words, so it can be more convincing (?).

The Theories’ scope is not limited to specific relationship type only. You can just choose one or two that suitable for your situation. Or you can just use it as a note for your future self.

I compile below theories from pieces around me: can be some random wisdom words I ever read, acquaintance’s story, friend’s statement, family principal, or my own experience (you know, sometimes it means my own insane imagination).

Let’s get going!

1. Don’t be too attached to anyone, because attachment leads to expectation, and expectation leads to disappointment.

2. There area 3 level of relationship (lower to higher):

– Dependent

– Independent

– Interdependent

3. My personality is who I am, My behavior depends on how you act.

4. Hatred and Jealousy, we’ll never pleased society.

5. Family are those who accept you however you formed.

6. Best friends are those who expect nothing from you and will never turn you into Hero.

7. You’ve found your “click” if you can share a room comfortably for only 2 of you. *I’m sure I need to change the wordings.

taken from : http://dweeconan.wordpress.com/2013/11/19/relationship-theories/

Terima kasih Amel

Amelia merupakan buku yang spesial bagi saya, bukan hanya karena buku ini berhasil menutup dahaga saya akan sekuel cerita “anak-anak mamak”. Tapi juga karena kedekatan batin antara saya dan tokoh utama cerita ini. Weits, bukan berarti saya sudah pernah menemukan sosok berhati permata yang persis dengan Amelia loh ya, meskipun dalam hati saya memang berharap suatu saat bisa berkesempatan bertemu dengan versi nyatanya. Buku ini terasa spesial, lebih karena banyaknya kesamaan yang kami berdua miliki, sama-sama anak bungsu. Sebagai anak bungsu, konflik-konflik yang dijabarkan di buku ini (minus konflik terkait penyemaian biji kopi tentunya) merupakan konflik-konflik yang saya rasa sangat umum dan biasa dialami oleh anak bungsu. Continue reading

Merantau

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkanlah negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran
Jika matahari terus di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu (cendana) tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

– Imam Syafi’i –

Continue reading

Amelia : Kisah Sederhana Si Anak Bungsu yang Berhati Permata

Alhamdulillah, terkabul juga salah satu keinginan saya untuk membaca buku ini. Buku yang sudah saya tunggu-tunggu kehadirannya bahkan bertahun-tahun yang lalu sejak saya membaca sekuel pertamanya. Dan buku apakah gerangan yang saya maksud? Yup, seratus, apalagi kalau bukan “Amelia”. Buku terakhir dari sekuel “Anak-anak mamak” karya bang Tere Liye, penulis yang selalu berhasil membuat mata saya tercuci sampai bersih (baca : menangis) tiap kali membaca bukunya. Continue reading

Menyebalkan

Menyebalkan adalah saat kamu bekerja dengan sepenuh hati, tapi hasilnya hancur karena kebodohan (baca : kelalaian) orang lain

Menyebalkan adalah saat orang-orang (yang mengaku) dewasa justru asyik dengan sifat kekanakan dan lupa tanggung jawabnya

Menyebalkan adalah saat pekerjaan bersama akhirnya berakhir dengan hanya dipikul seorang saja

Menyebalkan adalah saat kamu butuh pelukan dan tepukan hangat, tapi yang datang malah tamparan dan pukulan yg jauh dari kesan kehangatan

Setiap orang pasti pernah salah, pernah jatuh, pernah merasa bodoh. Tapi bukan berarti mereka tidak sadar akan itu semua. Bisa jadi mereka sadar, sadar sepenuhnya malah. Makanya mereka marah, mereka sebal, mereka frustasi. At times they might thought as if they were crazy. Thus what they need the most is not more people to scold them.

They just need a hand to help them stand.
They just need a shoulder to lean for a moment and (maybe) cry.
They just need a smile to make them realize that no matter how stupid, how foolish they are, there are still people who love and care for them.